Jumat, 30 Desember 2011

Sejarah Web Service

Web Service dapat disamakan dengan library tersebut tetapi tidak memerlukan registrasi khusus kedalam sistem operasi yang menyimpannya. Web Service tersimpan di Web Server sehingga dapat diakses oleh berbagai bahasa pemrograman dengan lebih mudah baik dalam lingkungan LAN maupun Internet. Sistem Web Service ini diharapkan meningkatkan kolaborasi antar pemrogram dan perusahaan, yang memungkinkan sebuah fungsi di dalam Web Service dapat dipinjam oleh aplikasi lain tanpa perlu mengetahui detil pemrograman yang terdapat di dalamnya.

W3C mendefinisikan Web Service sebagai subuah sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung komunikasi dan interaksi antar mesin ke mesin (Machine to Machine) melalui sebuah network (jaringan). Web Service juga termasuk Web APIs yang dapat diakses melalui jaringan seperti misalnya internet, dan dieksekusi melalui sebuah sistem jarak jauh sesusai dengan layanan yang diminta.
Definisi Web Service menurut W3C juga meliputi banyak sistem berbeda, tetapi pada umumnya lebih menyangkut pada client dan server yang berkomunikasi menggunakan XML yang memenuhi standard SOAP (Simple Object Access Protocol). Asumsi secara umum adalah pada terminologi terdapat deskripsi dari mesin yang layanannya disediakan oleh server, atau sama seperti konsep dari WSDL. WSDL bukan termasuk standard dari SOAP tetapi merupakan syarat mutlak untuk client-side otomatis pada framework Java dan .NET SOAP. Beberapa organisasi industri seperti WS-I mengklaim baik SOAP dan WSDL sebagai definisi sari Web Service.
Definisi lain juga menyebutkan bahwa Web Service merupakan standard yang memungkinkan adanya interaksi informasi teknologi yang terintregasi antara proses dan sistem. Kita dapat mendeskripsikannya sebagai keluaran baru dari Web application yang dapat mennyediakan layanan dari yang palin mudah dan sederhana sampai yang paling rumit dan kompleks, juga proses-proses yang bersifat scientific. Web Service menyediakan mekanisme standard untuk komunikasi yang terintegrasi antara system-sistem yang berjauhan. Mekanisme ini membuat Web Service ideal untuk pengimplementasian Service-Oriented Architecture (SOA).


Untuk kondisi sekarang , web services cocok untuk menyelesaikan masalah pada system bisnis konsep lama ke system bisnis ter Intergrasi. Sehingga dengan 1 model konsep bisnis dapat di akses dan dipergunakann macam-macam aplikasi dan device. Ini semua bekerja dengan beberapa protocol standart yang sudah ada diantaraya :
• XML
• WSDL
• SOAP
• UDDI

Ada beberapa spesifikasi inti dari Web Service, misalnya:
  • SOAP: Berbasis XML, protokol primernya adalah HTTP dan HTTPS (termasuk SMTP dan XMPP).
  • WSDL: Format XML yang menyediakan layanan interface untuk dideskripsikan. Umumnya digunakan untuk kode pada client dan server, juga untuk konfigurasi.
  • UDDI: Protokol yang digunakan untuk mempublish dan mendiscover seluruh metadata tentang Web Service untuk menjalankan aplikasi dalam menemukan Web Service, baik dalam segi disain maupun waktu kerjanya.
Spesifikasi-spesifikasi di atas pada umumnya merupakan standard dari W3C, termasuk XML, SOAP2, dan WSDL. UDDI merupakan standard dari OASIS.

Spesifikasi yang lain telah dikembangkan untuk memperluas kemampuan Web Service itu sendiri. Spesifikasi-spesifikasi ini lebih mengarah sebagai WS-*.
  • WS-Security: Menjelaskan bagaimana cara menggunakan XML Encryption dan XML Signature pada SOAP untuk keamanan pertukaran pesan, sebagai alternatif ataupun perpanjangan dalam penggunaan HTTPS untuk keamanan jalur.
  • WS-Reliability: Prokol standard dari OASIS untuk pertukaran pesan di antara dua Web Service.
  • WS-ReliableMessaging: Protokol untuk message di antara dua Web Service yang dikeluarkan oleh Microsoft, BEA, dan IBM yang distandardisasi oleh organisasi OASIS.
  • WS-Addressing: Cara untuk mendeskripsikan alamat dari penerima maupun pengirim pesan, selain SOAP itu sendiri.
Spesifikasi-spesifikasi dari Web Service bekerja bersama untuk keamanan maupun keandalan.

Senin, 12 Desember 2011

.NET Web service

Microsoft .NET framework sebagai salah satu API terbesar juga memiliki satu fungsi untuk menciptakan sebuah web service. Web service ini dibangun dalam bentuk web based. Dengan web service ini bisa digunakan untuk membagi data dari database dan membaginya ke semua aplikasi-aplikasi lain meskipun aplikasi tersebut tidak terkoneksi ke database si web service asalkan aplikasi tersebut dapat menghubungi web service. Untuk lebih jelasnya mari kita coba membuat satu web service menggunakan .NET.

Pertama, buka Microsoft Visual Studio. kemudian pilih new website dan kemudian pilih ASP .NET Empty Web Site


pada tampilan berikutnya, klik OK, tapi sebelumnya tentukan dulu dimana anda akan menyimpan project ini.
kemudian pada Solution Explorer, klik kanan pada project dan pilih Add New Item. Pilih Web Service pada dialog box Add New Item tersebut (hati-hati, jangan sampai salah pilih. karena service bukan hanya web service, tetapu juga ada WCF service). Berikan nama file service1.asmx. Jika berhasil, maka akan keluar editor dengan tampilan sebagai berikut.


perhatikan pada block "<Webmethod()> _" nah di method itu lah kita membuat sebuah prosedur / fungsi / method yang nantinya akan mengembalikan nilai berupa sebuah XML. untuk membuktikannya, klik kanan pada service1.asmx tadi dan pilih view in browser. ketika tampil akan muncul di browser seperti pada gambar dibawah ini.


halaman ini memuat semua daftar web method yang kita buat. karena dalam hal ini hany ada satu web method, maka hanya ada satu daftar disana. klik lah link tersebut. pada halaman berikutnya, klik button invoke dan lihat hasilnya...
itu XML kan...
itu membuktikan bahwa web service mengembalikan XML untuk dibagi ke aplikasi lain.